Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pahami Terlebih Dahulu Rukun Nikah Siri Sebelum Melakukannya

Pahami Terlebih Dahulu Rukun Nikah Siri Sebelum Melakukannya Perkawinan siri atau bawah tangan dalam masyarakat Indonesia sudah bukan seasutu yang asing. Meskipun dalam pandangan agama perkawinan siri sudah dianggap sah, namun tidak tercatat dalam KUA dan negara tidak mengakuinya. Lalu bagaimana rukun nikah siri sebenarnya? MUI sendiri tetap menyarankan untuk mencatatkan suatu pernikahan siri di KUA, agar dikemudian hari tidak timbul masalah yang berkaitan dengan hak waris dari suatu pernikahan siri. Untuk itu pahami terlebih dahulu rukun nikah siri sebelum melakukannya. Banyaknya pertentangan di sebagian masyarakat berkaitan dengan pernikahan siri. Maka, MUI pun mengeluarkan fatwa yang secara jelas menegaskan sahnya suatu pernikahan siri, jika dilakukan untuk niat membangun rumah tangga. Tentunya dengan telah terpenuhinya syarat perkawinan, tetapi juga mengharamkan jika pernikahan tersebut menimbulkan dampak yang negatif atau mudharat. Beberapa hal yang mesti dipahami dalam antara lain:

 Rukun Nikah Siri

1. Rukun Pernikahan Dalam rukun pernikahan Islam adalah adanya sepasang pengantin pria dan wanita, wali nikah, saksi, mahar serta ijab-kabul. Maka suatu perkawinan Islam dianggap sah apabila kelima rukun nikah siri tersebut terpenuhi. Namun demikian agar tidak menyulitkan bahkan merugikan pihak wanita, ada baiknya untuk segera dicatatkan di KUA. Selain itu juga meskipun baru pernikahan siri, tidak ada salahnya juga dirayakan walau sederhana. 2. Syarat pengantin Pria Bagi mempelai pria yang hendak melaksanakan perkawinan yang sesuai dengan rukun nikah siri haruslah memenuhi beberapa persyaratannya. Yang pertama calon pengantin laki-laki yang sudah beristri, hingga saat pelaksanaan belum mempunyai 4 orang istri. Dan wajib bagi calon mempelai pria tersebut memberi tahu niatnya dan meminta izin kepada istri-istrinya yang lain. 3. Izin Wali Agar pelaksanaan perkawinan tersebut sesuai rukun nikah siri, maka pihak mempelai wanita harus memperoleh izin dari walinya. Dan wali yang paling utama adalah ayah kandung dari wanita tersebut dan beragama Islam. Yang apabila berhalangan karena suatu hal seperti sudah meninggal atau berbeda agamanya, maka dapat diganti perwaliannya. Wali nikah pengganti yang utama adalah saudara laki-laki kandung dari mempelai wanita yang beragama Islam. Atau saudara laki-laki kandung dari pihak ayah mempelai wanita yang beragama Islam. Dan apabila tidak ada, maka yang menjadi wali pernikahan tersebut adalah wali hakim yang dtujuk sesuai dengan hukum perkawinan Islam. 4. Wali Hakim Meskipun dalam tata cara pelaksanaan pernikahan siri lebih simple dan sederhana dibandingkan dengan KUA. Tetapi pelaksanaan pernikahan tersebut tidak boleh disembunyikan dari pihak keluarga pengantin wanita. Apalagi yang menjadi wali sah pihak wanita tersebut masih hidup. Dan penunjukan wali hakim pun harus seizin wali sah mempelai wanita. Mayoritas ulama di Indonesia memiliki persepsi yang sama, yaitu setiap penikahan Islam dinyatakan sah, apabila adanya wali yang sah dari pihak keluarga mempelai wanita. Tetapi kebanyakan yang terjadi di Indonesia adalah memanfaatkan orang lain untuk menjadi wali nikah dengan bayaran tertentu. Maka, secara agama pernikahan tersebut wajib dibatalkan dan digolongkan haram. Serta wajib diulang kembali, apabila masih ingin berumah-tangga. 5. Tidak Terpaksa Yang terpenting dalam suatu perkawinan adalah keterpaksaan dari salah satu atau kedua pihak. Apalagi jika pernikahan siri tersebut belum tercatat dalam KUA, tentunya tidak ada perlindungan hukum berkaitan dengan status perkawinan tersebut. Dan yang biasanya dirugikan adalah pihak wanita dan anak-anaknya. Jadi perlunya pemahaman resiko terburuk yang dapat timbul dari suatu pernikahan siri, tanpa tercatat di KUA. Jadi, pahami terlebih dahulu rukun nikah siri sebelum melakukannya. Pertimbangkan dengan benar dan perhatikan kelengkapan persyaratan untuk pernikahan siri. Serta akan lebih baik lagi jika pernikahan siri tersebut juga diperkuat dengan disahkan menurut administrasi negara, melalui KUA. Semoga bermanfaat.


Post a Comment for "Pahami Terlebih Dahulu Rukun Nikah Siri Sebelum Melakukannya"