Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Hipotermia? Penyebab dan cara mengatasi

Apa itu  Hipotermia? Penyebab dan cara mengatasi

Hipotermia adalah suatu kondisi  saat suhu tubuh menurun dengan cepat hingga sampai dibawah suhu normal yang diperlukan untuk metabolisme tubuh yakni kurang dari 35 derajat celcius. Keadaan yang harus dengan cepat ditangani. Sebab keterlambatan dalam menangani bisa mengakibatkan gangguan system tubuh, seperti syaraf, system pernapasan dan jantung yang bisa mengarah kepada kematian.
Apa itu  Hipotermia?
Apa itu  Hipotermia
pic: pixabay.com
Penyebab Hipotermia
Beberapa pendorong hipotermia, antara lain:
  • Terlalu lama melakukan aktifitas di tempat yang terlalu dingin, seperti berenang di air dingin atau mendaki gunung saat cuaca dingin tanpa perlindungan yang memadai.
  • Kebiasaan Menkonsumsi minum-minuman keras serta drug atau obat terlarang yang bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan tubuh akan melepaskan panas dari permukaan
  • Mengonsumsi obat tertentu , seperti antidepresi dan lain sebagainya
  • Mempunyai penyakit yang mempengaruhi control temperature tubuh, sperti stroke, hipotiroidisme dan anoreksia.
  • Memiliki penyakit yang bisa memengaruhi kerja memori,contohnya Alzheimer,
  • Usia-usia balita  dan usia lanjut, karena ketidakmampuan suhu tubuh atau belum sempurnanya dalam mengendalikan suhu tubuh.
  • Terlalu lama berada di lokasi dengan suhu yang dingin
  • Penggunaan AC yang terlalu dingin, terutama saat mengenai bayi dan manula
  • Tidak menggunakan pakaian yang cukup untuk melindungi tubuh dai cuaca dingin. Atau memakai pakaian basah dalam jangka waktu yang lama.
Gejala Hipotermia
Beberapa gejala hipotermia, antara lain:
  • Mulai cadel dalam berbicara, bergumam,  serta gagap.
  • Bibir kebiru-biruan.
  • Detak jantung lemah bahkan tidak teratur.
  • Pada kulit bayi bisa sampai berwarna merah terang, dingin, dan tampak sangat lemas sekali.
  • Mengantuk dan lemas.
  • Menggigil dan merasa dingin secara terus-menerus.
  • Napas pelan dan pendek.
  • Bisa mengalami penurunan kesadaran, dan kebingungan.
  • Pupil mata  melebar.
  • Tidak mampu  menghangatkan diri.
  • Tubuh  kaku dan sulit untuk bergerak.

Cara Mengatasi Hipotermia

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Pertolongan  pertama :
  • Cepat  lepaskan baju dan ganti dengan pakaian yang kering.
  • Pakaikan selimut berlapis atau gunakan jaket tebal
  • Beri minuman hangat tanpa kafein.
  • Hindari terkena paparan  angin langsung
  • Bawa ke tempat yang bis dekat  sumber panas
  • Jangan gunakan sesuatu yang panas  secara langsung, misal  air panas dan sebagainya

Pencegahan Hipotermia

Tindakan pencegahan pada penderita hipotermia,:
  • Berpakaian sesuai dengan kondisi dan kemanfaatanya. yang tepat saat musim dingin.
  • Segera mengganti pakaian yang basah dengan pakaian kering .
Segera menjauh dari keadaan dingin kalau di  air  harus cepat keluar dari air segera
Mengonsumsii sejumlah kalori serta  cairan yang memadai.

Saat temperature tubuh menurun cepat  maka kondisi jantung dan  sistem saraf serat organ yang lain tidak bekerja secara normal. Apabila tidak segera ditangani dengan benar bisa berakibat pada gagal jantung dan gangguan pernafasan yang berujung kematian.

Fase-Fase  Hipotermia 

Hipotermia tanpa penanganan yang cepat dan tepat akan bisa sangat membahayakan, bahkan bisa berujung kematian.Tahapan hipotermia  dapat diketahuai dengan mengamati gejala dan keadaa penderita, yang secara umum bisa di kelompokkan kedalam beberapa fase:

1. Fase kondisi ringan

Hipotermia tergolong kondisi ringan apabila kodisi tenmperature tubuh masih sekitar 32 samapi 35 dearjat celcius. Pada hipotermia fase ini gejala yang biasa timbul adalah, tekanan darah yang naik tinggi, denyut jantung cepat, dan nafas antara lain tekanan darah tinggi, menggigil, detak jantung dan nafas meningkat cepat. Terjadi kelelahan dan pembeuluh darah yang menyempit dan kurang koordinasi antar jaringan organ tubuh. Pada fase ini sebenarnya gejala menggigil pada penderita menandakan bahwa system pengaturan suhu tubuh masih berjalan atau masih aktif.

2. Fase kondisi  sedang

Pada kondisi ini suhu tubuh penderita sudah pada 28 sampai 32 derajat celcius, dan denyut jantung tidak treatur dan nafas  engalami perlambatan juga kesadran sudah menurun, pupil yang lebar, tekanan darah dan refleks tubuh juga menurun..

3. Fase kondisi Parah

Apabila suhu tubuh sudah berada di bawah 28 derajat celcius, maka penderita sudah masuk dalam fase parah atau kritis. Dengan kondisi ini harus segera mendapat pertolongan medis secepatnya. Pada kondisi ini penderiata sudah kesulitan untukbernapas, pupil yang sudah tidak reaktif, gagal jantung, edema pada paru dan jantung berhenti dan dalam kondisi tidak sadarkan diri..
Diagnosis Hipotermia
Dokter akan mendiagnosis hipotermia dengan melakukan wawancara medis  dan melakukan pemeriksaan untuk dapat mendiagnosa masalah yang terjadi, seperti dengan elektrokardiografi dan sinar X serat pemeriksaan laboratorium.
Komplikasi Hipotermia
Beberapa komplikasi hipotermia, bisa terjadi seperti radang beku ( frostbite) jaringan tubuh yang bisa membusuk karena  aliran darah yang terhambat bahkan berujung kematian.
Pada akhirnya untuk mengatasi hipotermia ada pada penangan pertolongan pertama yang cepat dan tepat serta segera mendapatkan pertolongan medis

Post a Comment for "Apa itu Hipotermia? Penyebab dan cara mengatasi"