Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan

Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan 

Puasa di bulan ramadhan hukumnya wajib untuk seluruh umat islam di dunia. Maka dari itu, siapapun yang meninggalkannya karena udzur, wajib menggantinya di lain waktu. Sedangkan tata cara membayar hutang puasa ramadhan sudah disyariatkan di dalam islam.

Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan
Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan
pic:pixabay.com

Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara mengganti hutang puasa bulan ramadhan. Uraian ini sudah dijelaskan di dalam al-quran dan hadist nabi Muhammad. Untuk itulah, berarti ada dalil hukum yang jelas terkait hutang puasa. Ini dia uraiannya:

1. Membayar Fidyah

Tata cara mengganti hutang puasa ramadhan yang pertama adalah membayar fidyah. Maksudnya adalah memberi makan orang miskin dengan menghitung berapa banyak waktu puasa yang ditinggalkan. Jika sebanyak 10 hari maka harus memberi makan orang miskin dengan waktu yang sama. Alangkah lebih baiknya ialah berikan fidyah yang berupa makanan. Baik, makanan yang mentah (belum dimasak) ataupun makanan yang sudah siap dikonsumsi.

2. Mengganti Puasa di Hari Lain

Jika sedang sakit, bepergian maupun menstruasi maka tidak wajib menjalankan puasa ramadhan. Akan tetapi, bukan berarti dibebaskan untuk selama-lamanya melainkan hanya pada waktu sedang udzur saja. Jika sudah sembuh dan menstruasi-nya sudah selesai maka puasa harus dilanjutkan. Sedangkan puasa yang ditinggalkan harus diganti di hari lain di luar bulan ramadhan. Aktivitas ini di dalam islam disebut mengqadha puasa.

3. Berpuasa Dua Bulan Berturut-turut

Jika berhubungan intim di siang hari saat puasa ramadhan tentu berdosa. Maka dari itu, selain bertaubat kepada Allah puasa yang sudah batal tersebut harus diganti di lain waktu. Salah satu tata caranya ialah berpuasa dua bulan berturut-turut selepas ramadhan.

Memang ini seakan sangat berat untuk dijalankan. Tetap masih lebih berat lagi dosa berhubungan intim di siang hari saat ramadhan sekalipun dengan istri sendiri. Sebab ini bentuk pengingkaran dan tantangan yang nyata kepada Allah.

4. Memerdekakan Budak

Tata cara membayar hutang puasa ramadhan yang keempat adalah memerdekakan budak. Namun, ini sudah tidak berlaku di Indonesia karena sistem perbudakan sudah dihapus dan dilarang. Sedangkan di jaman dulu jual beli budak adalah hal yang lumrah.

Bahkan, ada pasar yang memang melayani perdagangan manusia semacam ini. Maka dari itu, ketika batal puasa atau tidak bisa berpuasa, diharuskan memerdekakan atau melepaskannya. Mengganti puasa dengan memerdekakan budak khusus untuk orang yang melakukan hubungan intim di siang hari bersama istrinya di bulan ramadhan. Ini merupakan opsi kedua jika tidak ingin berpuasa dua bulan berturut-turut.

5. Memberi Fidyah dan Qadha Puasa

Inti dari tata cara mengganti hutang puasa ramadhan adalah memberi fidyah sekaligus meng-qodho’ puasa. Ini merupakan pendapat yang banyak disepakati oleh para ulama terutama untuk orang tidak berpuasa karena udzur syar’i. Memberi makan orang miskin dan mengganti puasa di hari lain wajib dilakukan bagi orang yang tidak berpuasa karena sakit, menstruasi, menyusui dan selainnya.

Jika pun sakit tidak kunjung sembuh maka ada rukhsah untuk tidak menjalankan salah satunya. Begitu juga jika tidak memiliki harta untuk membayar fidyah, bolehlah memilih berpuasa saja di luar bulan Ramadhan. Ini sudah merupakan ketentuan Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah.

Demikian beberapa tata cara membayar hutang puasa ramadhan yang harus diketahui oleh seluruh umat islam di seluruh dunia. Supaya tidak ada dosa akibat tanggungan hutang shiyam yang tidak dijalankan sebagaimana ketentuan Allah di dalam Al Quran.


Post a Comment for "Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan "