Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tata Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan

Tata Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan

Dalam hal ini akan dibahas tentang bayar fidyah puasa, karena pada dasarnya menjalankan ibadah puasa merupakan kewajiban. Karena puasa sendiri termasuk satu diantara rukun islam yang di jalankan pada bulan ramadhan. Namun jika seseorang tidak sanggup berpuasa lagi maka akan menggantinya dengan fidyah.

Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan
Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan
pic: pixabay.com

Untuk bayar fidyah puasa ini di lakukan dengan cara memberi makan orang miskin. Namun dalam hal ini juga di perlukan suatu penimbangan tentang bagaimana ketentuan dalam membayar fidyah itu sendiri. Untuk pembayaran fidyah ini di tetapkan dengan hari yang di tinggalkan selama tidak berpuasa.

Pengertian Fidyah Puasa

Fidyah Puasa adalah sejumlah uang atau makanan pokok ( beras, gandum dll ) untuk mengganti maupun menebus sesuatu dalam hal ini mengganti puasa Ramadhan yang tidak sengaja atau karena suatu halangan kita tinggalkan.. Salah satunya dengan mengeluarkan beberapa jumlah harta dalam takaran tertentu dan diberikan oleh seseorang fakir miskin. Hal itu diperuntukkan untuk mengganti maupun menebus puasa yang sudah ditinggalkan.

Hukum Dalam Membayar Suatu Fidyah Puasa

Hal ini dalam islam juga memiliki hukum, yaitu hukum untuk bayar fidyah puasa ini adalah suatu hal yang wajib. Sehingga apabila tidak di jalankan dengan benar maka akan disebut sebagai tanggungan maupun hutang kepada Allah SWT. Sehingga hal ini diharuskan mengganti puasa ataupun membayarnya.

Seseorang Yang Di Wajibkan Membayar Fidyah

Dalam hal ini akan dijelaskan siapa sajakah orang yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan fidyah. Karena tidak sembarang orang bisa mengganti suatu hutang dalam puasa dengan fidyah itu sendiri. Berikut akan dijelaskan siapa saja yang berhak membayar fidyah apabila tidak berpuasa.

1. Orang Sakit

Hal ini diperbolehkan sebab kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk berpuasa serta kondisi tubuh yang tidak stabil. Dan hal ini juga diperbolehkan apabila orang sakit tersebut penyakitnya tidak ada harapan dalam sembuh . Karena hal ini tidak memungkinkan seseorang untuk meng qadha maupun mengganti di lain waktu.

2. Wanita Sedang Hamil Atau Menyusui

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan apabila tetap berpuasa akan dapat mengkhawatirkan kondisi anak tersebut yang dikandung bahkan di susui. Sehingga wanita tersebut diwajibkan dalam membayar puasa dengan meng qadha ( mengganti puasa) maupun membuatnya.

3. Seseorang Yang Wafat Dan Belum Mengganti Puasanya

Keadaan ini dimana seseorang tidak bisa berpuasa akibat sakit di bulan ramadhan namun akan meng qadhanya setelah sembuh. Namun belum juga mengganti atau mengqadha puasanya , seseorang tersebut meninggal dunia. Dalam hal ini seseorang tersebut hanya diwajibkan dengan membayar suatu fidyah saja.

4. Orang Tua Yang Sudah Renta

Hal ini tidak diwajibkan berpuasa dikarenakan orang tua yang mulai pikun dan sakit. Namun dalam hal ini juga diwajibkan untuk membayar fidyah namun tidak diperbolehkan untuk mengganti puasanya. Dikarenakan hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan orang tua yang sudah rentan.

Itulah tata cara dalam bayar fidyah puasa yang dapat dijelaskan, sehingga seseorang mengetahuinya. Pembayaran fidyah puasa ramadhan juga dimungkinkan dengan membayarnya berupa makanan yang sesuai. Namun juga alangkah baiknya memberikan atau mengganti puasa tersebut dengan uang agar dapat dipergunakan orang yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Oleh karena itu juga dalam bayar fidyah puasa juga bukan sembarang orang , hanya orang- orang yang dapat memenuhi syarat untuk menggantinya. Seperti orang sakit, orang tua yang tidak memungkinkan orang tersebut berpuasa, dll. Seperti yang telah di jelaskan di atas, sehingga dapat menjalankan kewajiban puasa melalui fidyah dengan benar.


Post a Comment for "Tata Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan"