Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KISAH NABI MUHAMMAD SAW BAGIAN II

KISAH NABI MUHAMMAD SAW II

Percakapan Buhaira

"Jangan sampai ada yang ketinggalan dan tidak makan, makanan ini" Kata Buhaira sekali lagi mengingatkan. Salah seorang quraisy mengatakan bahwa semua sudah makan dan tidak ada yang tertinggal kecuali satu anak muda yang menjaga perbekalan.

Bukhara sedikit kecewa lalu meminta untuk memanggil Muhammad ikut serta rombongan menikmati makanan yang disajikan pendeta Bukhara.

KISAH NABI MUHAMMAD SAW
KISAH NABI MUHAMMAD SAW 

Pandangan mata Bukhara tidak lepas tertuju kepada anak muda yang bernama Muhammad.Pendeta Bukhara tidak menyiakan kesempatan untuk berbicara dengan Muhammad, menanyakan sesuatu tentang apapun yang menurut pendeta Bukhara, bisa menyimpulkan bahwa Muhammad adalah seorang yang memiliki "sifat-sifat dan cahaya kenabian."

Muhammad menjawab semua pertanyaan Bukhara dengan baik dan benar menurut pengetahuan Bukhara. Bukhara juga melihat tanda yang ada di anatar dua bahu Muhammad, sebuah tanda kenabian.Kemudian Bukhara bertanya kepada Abu Thalib,"Apakah anak ini adalah anakmu"

"Benar, ia adalah anakku" jawab Abu Thalib

"Tidak, pasti dia bukan anakmu, sebab semua tanda-tanda kenabian ada padanya, kecuali satu hal yaitu bahwa dia adalah anakmu."

Abu Thalib terkejut dan buru-buru mengoreksi perkataannya,"Kau benar, dia memang bukan anak kandungku, tapi dia adalah anak dari saudaraku."

“Apa pekerjaan ayah anak itu?"tanya Bukhara lagi

“Ayah anak itu sudah meninggal saat ia masih di dalam kandungan" jawab Abu Thalib 

Sambil berbisik Bukhara berkata kepada Abu Thalib,"Dengarkan ini, sebaiknya kau bawa anak itu pulang ke negerinya. jagalah ia baik-baik. Karena apabila ada orag-orang Yahudi menyaksikan seperti yang aku lihat, mereka akan membunuh anak itu. Karena akan terjadi sesuatu yang besar terhadap anak muda itu kelak."

Abu Thalib merasa bahwa penjelasan Bukhara itu benar, dan itu membuatnya ketakutan kalau terjai sesuatu yang buruk kepada Muhammad. Akhirnya Abu Thalib pulang ke Mekah dan tidak pernah berniaga ke tempat yang jauh, untuk melindungi Muhammad."

Jangan terlewat baca juga: KISAH NABI MUHAMMAD SAW Bagian 1

Perlindungan Allah

Abu Thalib segera beranjak dan bergegas mengajak Muhammad untuk segera kembali ke Mekah. Sepeninggal Abu Thalib, datang tiga orang ahli kitab yaitu Zurair, Daris, dan Tammam. Mereka adalah Ahli Kitab. Mereka menanyakan seperti yang Bukhara ketahui tantang ciri-ciri kenabian. Bukhara tahu bahwa mereka mencari Muhammad.

Bukhara berhasil memberikan nasehat dan penjelasan tentang kekuasaan Tuhan, bahwa segala sesuatu sudah Tuhan atur. Seberapapun mereka ingin menyingkirkan Muhammad, kalau Tuhan menghendaki pasti akan terjadi. Pada akhirnya ketiga orang itu mengurungkan niatnya.

Bagaimanapun Allah akan selalu menjaga Muhammad dari semua kejahatan dan dosa dari kotoran jahiliyah.

Pada Masa anak-anak kehidupan Muhammad secara sosial sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan sebayanya. Pada masa itu Muhammad kecil juga membantu menggembala kambing atau bedagang. Perbedaan yang mendasar antara Muhammad dengan yang lain adalah kepribadianya yang sempurna, tidak terpengaruh oleh budaya setempat yang waktu itu sedang mengalami kemunduran, dimana masuk jaman kebodohan dan jahiliyah.

Khadijah

Waktu itu, musim semi 595 Masehi, pedagang-pedagang di kota Mekah mulai menyiapkan kafilah untuk melakukan perdagangan untuk musim panas. Kafilah itu akan melakukan perniagaan ke Syria.

Khadijah adalah suadagar wanita masyur di Mekah saat itu. Ia juga sedang mempersiapkan barang dagangnya, namun belum mendapatkan orang yang tepat untuk memimpin kafilahnya. 

Khadijah binti Khuwalid. Sosok saudagar yang berparas cantik serta anggun. Di karuniai kepintaran dan kekayaan, Khadijah menjadi wanita yang terkenal karena kepandaiannya mengelola kekayaannya. Khadijah tidak berhasil mengelola harta kekayaan dari warisan orang tuanya tetapi juga mampu mengembangkan dengan sangat hebat.

Khadijah juga terkenal sebagai wanita yang suka membantu fakir miskin, anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan.

Saking sukesnya, setiap kafilah yang melakukan perjalanan perniagaan, bisa dipastikan hampir setengahnya adalah kafilahnya Khadijah. Bahkan masyarakat Mekah menjuluki Khadijah dengan "Ratu Quraisy atau sering juga di sebut "Ratu Mekah"

Segai gambaran sebuah kafilah yang melakukan perjalanan biasanya terdiri dari seribu sampai dua ribu limaratus ekor hewan pembawa beban dengan 100-300 orang yang mengikutinya. Sebuah pekerjaan yang tidak meudah menjadi pemimpin kafilah, karena bertanggung jawab dengan apa yang dibawa dan orang yang mengikutinya . Pun harus bertanggung jawab dengan pemberi perintah dalam hal ini Saudagar.

Wanita Suci

Khadijah memiliki  paman yang bernama Waraqah bin Naufal ( baca lagi Kisah Nabi Muhammad Saw Bagian I ). Waraqah adalah  saudara tertua dari keluarga orang tuanya. Waraqag dan Khadijah adalah sedikit dari orang-orang yang lurus di jaman itu, ditengah jaman jahiliyah uyang menyimpang. Khadijah dan Waraqah masih menganut ajaran Ismail dan Ibrahim. Dia Membenci penyembahan berhala dan minum-minuman keras yang memabukkan.

Jika ada keluarga yang akan mengubur hidup anak perempuannya maka mereka menemui orang tuanya lalu membeli anak itu dan membesarkan dengan kasih sayang sampai besar.

Beberapa kejadian setelah itu, orang tua si anak menyesali kemudian mengambil putrinya lagi untuk di rawat. Setelah dipastikan keseriusan orang tuanya Khadijah akan memberikannya kembali.

Kebaikan Khadijah menjadikan masyarakat  menyebutnya "Khadijah At Thahirah ( Khadijah yang Suci )

Sebagai catatan sebenarnya pada mas itu ada saudagara wanita selain Khadijah, diantaranya yang terkenal adalah:wanita: Hindun yaitu istri Abu Sofyan serta Asma binti Mukharribah yang merupakan ibu Abu Jahl.

KISAH NABI MUHAMMAD SAW BAGIAN II

Memimpin Kafilah

Abu Thalib yang mendengar kalau Khadijah membutuhkan Agen untuk perniagaanya, menemuinya dengan menawarkan Muhammad. Saat itu Muhammad sudah mendapat julukan "Al amin" atau orang yang bisa dipercaya karena kejuuran dan ketulusannya.

Khadijah menyetujui penawaran Abu Thalib. Bahkan sudi membayar dua kali lipat dari yang biasa ia berikan kepada orang lain.

Setelah menjelaskan perihal tata cara, tugas dan kewajibannya kepada Muhammad, Khadijah memberangkatkan kafilahnya. Khadijah mengikutsertakan Maisarah, seorang lelaki yang selama ini membantunya.

Akhirnya, Muhammad bersama kafilah berangakat melewati jalur yang pernah ia lewati bersama Abu Thalib 13 tahun silam.

Imbalan Muhammad

Khadijah memberikan dua ekor unta untuk seorang agen,namun Abu Thalib meminta empat ekor.

"Untuk orang yang aku tidak sukai saja aku turuti, apalagi kepada orang yang dekat dan aku suka, aku akan menyetujuinya." Khadijah setuju

Satu bulan perjalanan akhirnya kafilah tiba di Syiria.

Maisarah yang baru pertama melihat Muhammad dalam tugas perniagaan, begitu takjub dan terpesona dengan cara kerja Muhammad. Muhammad begitu cerdas, ramah, pandai mengambil keputusan yang membuat perniagaan kali ini mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Bahkan yang membuat kagum Maisarah adalah hampir semua yang berhubungan dengan Muhammad akan sangat terkesan dan terpesona. Muhammad juga selalu menyempatkan menyendiri dan merenung saat tiba waktu senggang.

Setelah perniagaan usai, tibalah waktu kafilah itu kembali ke Mekah.

Setelah melakukan tugas Muhammad memberikan laporan perniagaanya. Sebelum menemui Khadijah untuk laporan Muhammad melakukan Thawaf 7 x keliling Ka'bah.Khadijah begitu kagum dan takjub karena kali ini mendapat keuntungan yang luar biasa dari perdagangan sebelumnya.

Ada hal yang berbeda kali ini, biasanya Maisarah hanya membuat laporan perniagaan, kali ini justru sibuk dengan menceritakan hal-hal yang ia lihat dalam diri Muhammad. Semua ia ceritakan kepada Khadijah dan Waraqah. 

"Sungguh, aku belum pernah menemui pemuda sempurna sifatnya dan begitu terang melihat masa depan. Keputusan selalu benar dan perkiraannya tidak meleset. Sangat jujur juga selalu berlaku sopan," cerita Maisarah.

Pernikahan Agung Muhammad dan Khadijah

Setelah suami kedua Khadijah meninggal, ia memang belum ada keinginan menikah. Bahkan beberapa kali menolak lamaran. Khadijah takut kalau ada laki-laki hanya menikahinya karena faktor kekayaannya.

Nafisa mengetahui apa yang menjadi pemikiran Khadijah, ia berharap dapat menikah dengan lelaki yang berakhlak terpuji. Suatu ketika Nafisah menyinggung Muhammad dalam pembicaraannya. Khadijah begitu semnagat dan terbuka ketika membicarakannya. Bahkan Khadijah meminta bantuan Nafisah untuk mencari jalan untuk bisa menikah dengan Muhammad. Nafisah menyetujuinya.

Suatu hari Nafisah menemui Muhammad;

KISAH NABI MUHAMMAD SAW BAGIAN II

"Wahai Muhammad, Kamu sudah menjadi pemuda. Banyak laki-laki yang lebih muda usianya sudah menikah, bahkan ada yang sudah memilik anak. Mengapa kamu belum menikah?"

"Aku meras belum mampu, Nafisah. Aku belum memiliki kekayaan cukup untuk bekal menikah."

"Bagaimana jika ada perempuan cantik, kaya, baik dan terhormat yang sudi menikah denganmu  meskipun Kamu belum mampu?"

"Siapa Wanita yang seperti itu, ya Nafisah?" kata Muhammad terkejut

"Khadijah binti Khuwailid." Nfisah menjawab dengan senyuman

"Mana mungkin Khadijah mau menikah dengan diriku, Nafisah? Bahkan Khadijah sudah menolak bangsawan dan orang kaya yang melamarnya?

"Kalau kamu bersedia untuk menikahi Khadijah, katakan saja. selanjutnya serahkan urusannya kepadaku."

Akhirnya Muhammad dengan persetujuan Abu Thalib menyanggupi dan setuju. 

Akhirnya, pernikahan Muhammad dan Khadijah dilangsungkan.

Perawakan Muhammad

Pernikahan dilangsungkan dengan agung dan besar. Pemimpin Mekah juga Quraisy turut serta menghadiri.

Muhammad didampingi paman-pamannya.

Muhammad terlihat gagah dan penuh wibawa, menunggang kuda dengan diiringi  pemuda-pemuda Bani Hasyim dengan  menghunus pedang. Kaum wanita Bani Hasyim berjalan mendahului untuk diterima pihak mempelai wanita.

Tidak ada laki-laki yang menandingi kegagahan Muhammad. Berparas tampan dan mempesona. Perawakan sedang, rambut hitam ikal bergelomban. Dahinya rata lagi lebar dibawahnya sepasang alis lebat, lengkung bertaut.

Sepasang mata yang indah, lebar dan hitam, pada tepi putih matanya sedikit kemerahan, kelihatan kuat, perkasa dan menarik. Sorot tatapannya tajam ditambah bulu mata pekat hitam. Hidungnya halus. Barisan giginya rapi bercelah-celah.

Leher jenjang, dengan cambangnya yang  lebar dan indah, berleher jenjang.

Bahunya bidang semakin sempurna dengan dadanya yang lebar. Kulitnya bersih, jernih dan terang. Telapak tangannya tebal. Badanya tegap sedikit condong kedepan saat berjalan. Langkahnya bergegas dan pasti.

Aura dan air mukanya menyiratkan renungan dan pikiran, tatapan matanya memancarkan  kewibawaan, membuat yang melihat patuh kepadanya.

Pun Khadijah terlihat cantik dan anggun. 


Bersambung ke "Kisah Nabi Muhammad SAW Bagian III"

SHOLLU'ALA NABIY


Post a Comment for "KISAH NABI MUHAMMAD SAW BAGIAN II"